Wintor X-Plorer Composter untuk Pemupukan Sawit

Wintor X-Plorer Composter untuk Pemupukan Sawit

Selama ini tandan kosong sawit dikembalikan ke kebun sebagai pupuk kompos. Proses pemindahannya ke kebun dilakukan secara manual menggunakan gerobak atau angkong berkapasitas 75 kg. Sementara di antara dua pohon sawit butuh 150 kg berarti dibutuhkan dua kali angkut dari pinggir jalan utama. “Un tuk pohon yang letaknya tidak jauh dari jalan tidak ma salah, tetapi yang jaraknya 300 meter atau lebih akan menjadi masalah,” jelas Wendy destyanto, Technical Service department Head PT Velasto Indonesia.

Pertama di Indonesia

Menjawab masalah tersebut, PT Velasto Indonesia – Cikarang Plant memproduksi Wintor X-Plorer Composter Hydraulic yang merupakan pengembangan dari Wintor X-Plorer (Explorer, red). Jika Wintor XPlorer dirancang untuk mengangkut tan dan buah segar (TBS) dan menumpahkan muatannya ke belakang, Wintor X-Plorer Composter Hydraulic me numpahkan muatannya ke samping kiri dan kanan. “Wintor X-Plorer Composter memiliki dua bin masing-masing berkapasitas 150 kg. Sehingga dapat mempermudah dalam menyebarkan kompos di antara dua pohon,” ungkapnya.

Alasan menggunakan hidrolik dalam menumpahkan kompos agar prosesnya berlangsung secara perlahan sembari kendaraan berjalan, kompos terbagi rata di antara dua pohon sawit, waktunya lebih efisien, dan dapat dioperasikan oleh tenaga kerja wanita. “Setelah kompos sebelah kiri ditumpahkan, Wintor X-Plorer Com poster Hydraulic berjalan ke baris tanaman sebelah kanan untuk melaku kan proses yang sa ma,” tambah Wen dy di sela-sela pameran Inapalm Asia 2016 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta (25–27/08). “Wintor X-Plorer Composter baru diluncurkan pada April 2016. Saat ini, sudah digunakan sebanyak 60 unit oleh salah satu perusahaan perkebunan sawit swasta. dan menyusul 30 unit lagi hingga akhir tahun,” jelas Wendy.

Untuk spesifikasi mesin sama dengan produk Wintor yang lain. “Selain Wintor X-Plorer Composter, pada pameran ini Velasto juga menawar kan alat angkut TBS, yaitu Wintor XPlorer (XP 500 Harvesting) alat angkut di lahan yang relatif datar dan Wintor XHill (Wintor XH) untuk area perbukitan ekstrem dengan lebar jalan yang sempit,” ungkap Reiza Treistanto, direktur PT Velasto Indonesia. Keunggulan Wintor ini sesuai kebutuhan konsumen di perkebunan sawit dan hemat bahan bakar, kerja 810 jam sehari membutuhkan rata-rata 4 – 5 liter bahan bakar.

Suku cadang mudah didapat dan tentunya tersedia layanan purnajual. “Wintor merupakan InfieldMini Tractor dengan biaya operasional mu rah, hanya Rp 40/ kg sudah termasuk nilai investasi unit, penggantian parts, gaji 2 orang operator dan 4 orang pemanen untuk area seluas 30 ha, dengan produktivitas bisa mencapai 16 ton/hari. dan sudah digunakan lebih dari 1.000 unit,” tutur Reiza.