Hasil Penelitian Perusahaan Swasta

Hasil Penelitian Perusahaan Swasta

Salah satu perusahaan kelapa sawit swas ta, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) juga meneliti integrasi sawit-sapi sejak 2013. Sampai September 2016, populasi hewan pemamah biak keluarga Bovi dae yang diintegrasikan dengan sawit milik perusahaan di Kalimantan Tengah ini berjumlah 4.073 ekor. Kepala Deputi Penelitian dan Pengembangan (R&D), Grup Citra Borneo Indah, Fizrul Indra Lubis mengatakan, sejumlah sapi Bali, Limousin, Simental, dan Brahman itu terintegrasi di kebun sawit seluas 23.489 ha. Fizrul melihat adanya potensi dan manfaat dari program ini. “Hijauan dan hasil samping industri sawit bisa digunakan sebagai pakan ternak sapi. Dan kotoran sapi sendiri mengandung unsur hara untuk lahan sawit,” paparnya mewakili SSMS.

Dari hasil penelitian itu, Fizrul melihat dampak positif untuk per kebunan sawit adalah mening katnya pH dan kapasitas tukar kation tanah sehingga terjadi perbaikan kesuburan lahan dalam jangka panjang. Di samping itu, biaya pengendalian gulma juga berkurang karena gulma dimakan sapi. “Pembelian herbisida berkurang, tenaga kerja berkurang, dan penurunan biaya pengendalian gulma ini sampai 41%-49%,” jelasnya. Sedangkan bagi si sapi tidak butuh penambahan lahan baru dan mengurangi biaya tenaga kerja penggembalaan. Selain dampak positif, alumnus Faperta Unpad mengakui ada juga dampak negatifnya.

Saat musim hujan terjadi pemadatan tanah sehingga menambah biaya perawatan pasar pikul sebesar 25%- 45%. “Tapi pemadatan tidak di semua lokasi karena sapi hanya melewati tidak lebih dari 30 ha. Rata-rata pemadatan naik sebesar 5%,” tandasnya. Hasil penelitian juga menemukan potensi munculnya hama ulat api karena sapi memakan pakis yang disukai musuh alami ulat sehingga populasinya berkurang lantaran inangnya habis. Namun demikian, pria yang menjabat Kepala Deputi CBI sejak 2013 ini menegaskan kesimpulan tersebut masih sementara. “Kita belum ambil kesimpulan akhir, masih harus melakukan pengamatan lebih lanjut sekitar dua tiga tahun ke depan,” simpulnya.