Efisien Pupuk dan Tahan Cekaman Lingkungan

Efisien Pupuk dan Tahan Cekaman Lingkungan

Tahan Ganoderma

Karakter lain yang dicari pemulia agar ta naman sawitnya berumur panjang ada – lah ketahanan terhadap hama penyakit. Di Indonesia dan Malaysia penyakit utama pada sawit adalah Ganoderma. Penyakit yang disebabkan cendawan Ganoderma boninense ini mengakibatkan kehilangan ha sil senilai US$500 juta per tahun. Di Indo nesia saja, menurut studi Darmono 2011, kerugian setiap 1% serangan penyakit ini sebesar US$256 juta setara Rp3,3 triliun lebih. Jumlah yang luar biasa. Salah satu strategi yang dinilai efektif untuk melawan penyakit itu adalah dengan mengembangkan varietas toleran. Saat ini beberapa perusahaan benih sawit sudah mengarah untuk menghasilkan sawit toleran Ganoderma. Socfin dan Lonsum termasuk yang paling dulu menghasilkan varietas moderat tahan gano (MTG). Menyusul kemudian PT Smart Tbk pada 2016 juga meluncurkan varietas MTG-nya.

Efisien Pupuk dan Tahan Cekaman Lingkungan

Menurut Indra, penelitian Ollivier et al. (2017) membuktikan hipotesis, kebutuhan nutrisi tanaman kelapa sawit memiliki interaksi dengan bahan tanamannya. Pada tingkat penyerapan hara yang sama, tanaman kelapa sawit memberikan produksi berbeda dari setiap bahan tanaman yang berbeda. Artinya, bahan tanaman yang berbeda membutuhkan jumlah unsur hara yang berbeda pula untuk menghasilkan potensi produksi maksimal dari masing-masing bahan tanaman. Hasil tersebut memberikan informasi bahwa ada bahan tanaman yang sangat efisien dalam penyerapan hara untuk meng hasilkan produksi maksimal, sehingga pemupukan yang kita berikan sesuai de ngan kebutuhannya. “Penggunaan bahan tanaman yang efisien terhadap pemupukan sejalan dengan prinsip perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Dengan penggunaan input kimia yang minimal pada areal perkebunan kelapa sawit akan menjaga keseimbangan mikrobia tanah sehingga kualitas dan kesehatan tanah tetap terjaga,” papar Indra. Selain itu, bahan tanaman yang tahan ce kaman kekeringan juga sangat layak dipilih mengingat terjadinya perubahan iklim. Dengan makin seringnya terjadi fenomena El Nino, tanaman seperti ini akan tetap berproduksi dengan baik. Penurunan produktivitas sawit, menurut pendapat Indra, tidak semata-mata karena faktor umur tanaman saja, tetapi juga kemudahan dalam pemanenan dan ketahanannya terhadap serangan penyakit. Tanaman sawit yang terlalu tinggi akan menyulitkan dalam pemanenan sehingga produksi tidak dapat maksimal didapatkan. Demikian pula tanaman sawit yang rentan terhadap serangan penya kit Gandoderma populasinya akan terus berkurang sehingga produksi per hektarnya akan jauh menurun.